![]() |
| tatarnusantara.org |
dapat memajukan sebuah bangsa, pemuda tidak hanya harus memiliki jiwa kepemimpinan, idealisme, serta pemikiran yang kritis tetapi juga harus mempunyai kepekaan dan kepeduliaan terhadap sesama. Salah satu cara untuk meningkatkan rasa kepekaan dan kepedulian terhadap sesama adalah dengan berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan dan kerelawanan.
Sejak saya menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), saya telah
mengenal berbagai macam kegiatan sosial yang ada di lingkungan sekolah. Pada tahun 2009, tepatnya saat saya duduk di Kelas 2 SMA, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi relawan anti narkoba dibawah bimbingan Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat menjadi relawan anti narkoba, saya melakukan berbagai kegiatan seperti memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba kepada anak jalanan serta melakukan kunjungan ke beberapa sekolah untuk menyampaikan dampak negatif yang ditimbulkan dari mengkonsumsi narkoba.
Saat saya kuliah S1 di Jurusan Kesehatan Masyarakat, saya memutuskan untuk mengikuti sebuah Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) yang bernama Peduli Kesehatan Masyarakat (PLAKAT) dimana PLAKAT adalah sebuah UKM yang memiliki berbagai kegiatan sosial. Saya masih ingat pada tahun 2011, saya bersama teman-teman PLAKAT mengadakan bakti sosial berupa penyuluhan kesehatan, pembagian sembako dan bazar murah di Desa Kalipagu,
Purbalingga. Selain itu, saya juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial lain seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.
Kuliah di Jurusan Kesehatan Masyarakat tidak hanya memberikan saya pengetahuan mengenai masalah kesehatan yang ada di masyarakat tetapi juga pengalaman dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Praktek Belajar Lapangan (PBL) adalah mata kuliah yang mewajibkan saya untuk melihat langsung masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan PBL di Desa Karangreja, Purbalingga. Selama
PBL saya dan tim PBL diwajibkan untuk menemukan masalah kesehatan, menganalisis faktorfaktor yang menjadi penyebab timbulnya masalah kesehatan serta memberikan solusi melalui pendekatan problem solving cycle.
Desa Karangreja adalah salah satu desa di Purbalingga dengan angka kejadian diare yang tinggi. Adapun penyebab utamanya adalah sanitasi yang buruk, karena masih banyak warga yang melakukan Buang Air Besar (BAB), mandi, dan mencuci peralatan makan di sungai. Meskipun sudah disediakan jamban umum di desa, masyarakat lebih memilih untuk melakukan BAB di sungai. Masyarakat mengatakan bahwa mereka lebih nyaman melakukan BAB di sungai karena mereka senang mendengar bunyi aliran air yang mengalir di sungai.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan penyuluhan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Penyuluhan Kader sebagai Laskar Sanitasi. Saya dan tim PBL memilih kader kesehatan karena mereka merupakan ujung tombak dalam menjalankan program pemerintah di bidang kesehatan. Pada akhir kegiatan diperoleh hasil adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan tujuh langkah pemicuan
STBM. Harapan kami adalah para kader kesehatan ini dapat menyampaikan kembali informasi yang telah mereka peroleh kepada masyarakat
Tidak hanya sampai disitu, pada bulan November tahun 2016, saya kembali terlibat dalam sebuah kegiatan sosial yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) di Panti Asuhan Muhajirin, Cimanggis, Depok. Terdapat berbagai macam kegiatan yang kami lakukan seperti senam pagi bersama, pembagian buku, seragam sekolah dan pakaian bekas layak pakai, berbagi cerita mengenai kisah-kisah Nabi, dan membuat awan impian. Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan sosial tidak hanya memberikan kepuasan batin tetapi juga membentuk diri saya
menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Saya merasakan bahwa sekarang saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, mampu bekerjasama dengan baik dalam sebuah tim, mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru serta mampu membagi waktu dengan baik antara kegiatan akademik dan non akademik
Kisah diatas adalah serangkaian panjang perjalanan saya dalam mengikuti berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Namun, perjalanan saya tidak akan berhenti sampai disini, karena bagi saya hidup akan lebih berarti jika terus diisi dengan berbagi. Semoga Allah senantiasa melapangkan jalan saya agar saya dapat terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Aamiin.

0 Response to "Sepenggal Cerita Tentang Berbagi"
Posting Komentar